Madrasah Aliyah Sirojuth Tholibiin Mootilango Kembali menyelenggarakan workshop implementasi pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta sebagai Upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, serta kesinambungan antara pemahaman konsep dan keterampilan peserta didik. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat pendidikan di madrasah.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari tepat tanggal 20-21 Mei 2026. Diikuti oleh para guru sebagai bentuk peningkatan profesionalisme guru dalam menerapkan kurikulum berbasis cinta. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai implementasi kurikulum di madrasah, konsep pembelajaran mendalam,pendekatan kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran, perancang tujuan pembelajaran mendalam, penyusunan modul ajar dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, asessmen pembelajaran serta praktek pembelajaran sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan, proses kegiatan ini berjalan dalam bentuk diskusi antara nasarumber dan para guru, serta simulasi untuk lebih memperkuat pembelajaran kurikulum berbasis cinta.
Workshop secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Sirojuth Tholibiin Sidomukti, mootilango, Kyai Nur'ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, olehnya beliau mengharapkan Kerjasama dari para guru untuk sama-sama membentuk karakter peserta didik sehingga memiliki kecintaan terhadap proses belajar .
Sebagai narasumber utama, hadir Pengawas Madrasah, Bapak Heriyanto Dalanggo, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya menegaskan terkait progres para guru pada konsep pembelajaran mendalam kurikulum berbasis cinta yang diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna Sehingga menghasilkan keseimbangan antara konten belajar dan kenteks atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari pada peserta didik. Guru didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga membangun pemahaman mendalam, karakter, empati, serta hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik. Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang dan pembelajaran bermakna.
Kegiatan workshop ini ditutup secara resmi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin Sidomukti, Kyai Ahmad Masduki Al-jabalani. Dalam penutupan tersebut, beliau memberikan pesan agar seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop bisa istiqomah diterapkan demi terwujudnya madrasah yang mampu mealahirkan peserta didik yang berakhlak, berilmu dan beramal.
KOMENTARI TULISAN INI